6 Dampak Buruk Akibat Sering Mengeluh


B4school - Setiap orang memiliki keinginan dan harapan yang tinggi. Hal tersebut lumrah dan manusiawi. Sudah meraih suatu hasil, ingin tambah, tambah dan tambah lagi. Terutama biasanya dalam karir, rezeki dan istri (hehehe). Seorang karyawan baru, tentu ingin jadi karyawan tetap. Setelah menjadi karyawan tetap, ingin menjadi pejabat penting. Begitu juga dengan penghasilan, setelah dapat income 1 juta misalnya, pasti ingin meningkat menjadi 2 juta. Nah, apalagi soal istri, setelah punya 1, ingin nambah 2.. hehehe.. Dampak buruk akibat sering mengeluh.

Tapi seringkali, disadari atau tidak, tetap saja meskipun apa yang diinginkan dan diharapkan telah tercapai, selalu terselip keluh kesah dan kekecewaan. Biasanya saat kondisi badan lelah dan merasa apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan pendapatan.

Selain amarah, rasa malas mengerjakan sesuatu adalah salah satu bentuk melampiaskan keluh kesah. Tapi, lagi-lagi, keluh kesah dan kekecewaan tersebut bukan sikap yang baik. Apalagi jika mau bersyukur dan sering melihat ke bawah.

Lihat disekitar dan diluar sana, masih banyak orang-orang yang serba kekurangan, bahkan kelaparan. Berkeluh kesah berdampak buruk bagi kesehatan, diantaranya :

1. Sakit
Penyakit akibat sering berkeluh kesah bisa berupa penyakit jasmani maupun rohani. Penyakit rohani akibat berkeluh kesah adalah iri, dengki, kufur. Sementara penyakit jasmani akibat sering mengeluh adalah sakit kepala.

Bagaimana tidak, tema keluh kesah biasanya soal kesuksesan teman sekantor atau kerabat dan keluarga. Maka, sakit kepala akan segera melanda. Karena anda terlalu memikirkan dan membanding-bandingkan kesuksesan orang lain.

2. Wajah Pucat
Selain penyakit, dampak lainnya adalah wajah menjadi pucat karena terlalu berat memikirkan yang seharusnya tidak dipikirkan. Wajah sendu, layu, dan tidak bercahaya.

Coba bandingkan dengan orang yang optimisi dan bahagia, wajahnya bersinar dan bercahaya. Kuncinya, bersyukur dan jangan mengeluh.

3. Tidak disukai teman
Orang yang suka berkeluh kesah akan dijauhi teman. Karena teman tidak mau mendengarkan ocehan anda yang isinya tidak jauh seputar iri, kalah bersaing, dan pesimistis.

4. Tidak produktif
Orang yang sering mengeluh juga cenderung tidak produktif dalam bekerja dan lebih dominan malas. Pekerjaan yang dikerjakan biasanya asal-asalan. Kualitas ala kadarnya, kuantitas dikurangi. Akhirnya menjadi beban teman-teman kerja.

5. Banyak hutang
Ini ciri khusus. Hehehe.. Mengapa? Karena obsesinya yang kelewat tinggi, membuat dirinya lupa diri sehingga besar pasak daripada tiang.

Gaji yang seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menjadi kurang karena harus mencicil hutang. Hutang yang timbul akibat tidak sabar untuk memiliki suatu barang atau sekedar tuntutan gaya hidup.

6. Temperamental
Mudah marah, mudah tersinggung, mudah down, atau istilah keren-nya biasa disebut labil. Wajar? Tidak. Itu akibat terlalu banyak melihat keatas ketimbang melihat kebawah. Dirinya menjadi tidak sabar, dan ingin hasil yang instan.

Maka dari itu, banyak bersyukur dan melihat ke bawah adalah salah satu kunci kebahagiaan yang hakiki. Bukan berkeluh kesah, apalagi penuh amarah. (ARP).

0 Response to "6 Dampak Buruk Akibat Sering Mengeluh"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.